Surplus Neraca Dagang 2020 Bukan Karena Prestasi

Setelah defisit selama dua tahun berturut-turut (2018-2019), neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada 2020. Badan Pusat Statistik menyampaikan, nerasa perdagangan Indonesia pada 2020 surplus 21,74 miliar dolar AS. Pada 2021, neraca perdagangan defisit 3,2 miliar dolar AS.

Akan tetapi surplus neraca perdagangan 2020 bukan karena peningkatan ekspor Indonesia yang melampui nilai impor. Dengan kata lain surplus negara perdagangan 2020 bukanlah prestasi.

Alih-alih peningkatan nilai ekspor, surplus negara perdagangan 2020 terjadi karena jatuhnya nilai impor lebih tinggi dibandingkan kemerosotan nilai ekspor.

Nilai ekspor 2020 sebesar 163,31 miliar  dolar AS, justru turun 2,61% dibandingkan nilai ekspor 2019. Sebaliknya  nilai impor turun 17,43%, menjadi 141,5 miliar dolar AS.

Artinya surplus dagang 2020 terjadi bukan karena peningkatan kinerja ekspor ataupun pertumbuhan industri substitusi impor. Surplus justru terjadi karena dalamnya kekelusuan ekonomi dan jatuhnya daya beli masyarakat Indonesia.

Sumber: Kontan.co.id (27/1/2021), “Seperti Ini Realisasi Ekspor yang Menyebabkan Neraca Dagang Surplus di 2020”.

About Post Author

Om Gege

Kuli, tetapi (justru karena itu) sombongnya minta ampun. Sebab oleh keringat kamilah peradaban berderap.