Aksi Sujud Risma versus Kata-Kata Achmad Yurianto

IRONIS: RSUD dr. Soetomo Overload, RS Bhakti Husada Justru Belum Terpakai

Dokter mengeluhkan kapasitas rumah sakit, terutama RSUD dr. Soetomo yang sudah overload.

Hal ini benar dan telah diangkat dalam rapat 22 Juni yang melibatkan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Jawa Timur, Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Kepala Daerah dan sekaligus Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Saat itu Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono mengangkat persoalan daya tampung ruang isolasi RSUD dr. Soetomo yang telah overloaded. Risma kemudian menjawab, Satgas Covid-19 Jawa Timur boleh mengarahkan pasien ke RS Husada Utama dan RS Siloam Hospital. Dua rumah sakit ini merupakan mitra Pemkot Surabaya dalam penanganan pandemi Covid-19.[2]

Sebulan sebelumnya, Repulika.co.id memberitakan keluhan Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi, tentang persoalan overload. Jumlah tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RSUD dr. Soetomo hanya 155 unit, tetapi pasien Covid-19 di sana mencapai 179 orang.

“Tadi tempat tidur yang available untuk Covid-19 itu ada 155 tempat tidur. Pasien yang kita rawat 133, yang masuk sekitar 46 kan sudah 170 lebih. Akibatnya pagi ini kawan-kawan saya di sana harus dengan cepat me-make up ruangan-ruangan untuk menampung itu,” ujar Joni.[3]

Problem di RSUD dr. Soetomo bukan cuma kapasitas tetapi juga tenaga dokter dan perawat.

Saat menerima kunjungan Menteri Kesehatan dr. Terawan, Dirut RSUD dr. Soetomo menyampaikan keluhannya.

“Saya mohon bantuan tenaga kesehatan, tentang jumlah dan materinya sedang kami pertimbangkan. Ini penting untuk membantu kami, karena biar tenaga kami hanya masuk empat jam terus gantian.”[4]

Saat itu Menkes Terawan menyatakan akan segera mengirimkan 58 dokter umum dan 88 perawat.

Menkes juga berpesan tentang pentingnya komunikasi antara pemda dengan pemerintah pusat agar Pemerintah Pusat dapat memberikan bantuan dengan tepat, sesuai kebutuhan daerah.

Tetapi pesan Menkes jadi terdengar ironis. Sebab ketika RSUD dr. Soetomo jauh-jauh minta bantuan ke pemerintah pusat, dua rumah sakit yang bekerja sama dengan Pemkot Surabaya, RS Husada Utama dan RS Siloam Hospital, justru memiliki kapasitas belum terpakai dua kali lipat kapasitas RSUD dr. Soetomo.

“Di RS Husada Utama ada 200 (bed) itu belum pernah dipakai. Kami sudah belikan bed 280. Silahkan dengan senang hati jika ditempati,” kata Risma.[5]


Next: “Keterangan Pers Achamad Yurianto: Gelembung Sabun

Leave a Reply