Bikin Cemburu, Spanyol Terapkan UBI, Akankah Indonesia Juga?

Mungkinkah Indonesia kelak menerapkannya?

Pertanyaan ini perlu dipisahkan antara bisa dan mau.

Kalau bisa atau tidak, pasti bisa, hanya tentu saja bukan sekarang. Yang jelas, jika negara lain bisa, kitapun pasti bisa.

Spanyol, yang pada Mei ini akan menerapkan UBI, sudah bukan lagi negara kaya. Dibandingkan negara Eropa lain (seperti Jerman dan Inggris), Spanyol tergolong miskin. Nyatanya mereka mau dan mampu menerapkan UBI.

Karena itu pertanyaan terpenting sebenarnya adalah apakah pemerintah yang berkuasa memiliki political will untuk menerapkan UBI?

Ada yang berpendapat, Spayol mau menerapkan UBI karena pemerintahannya dikuasai kalangan sosialis.

Sekadar catatan, sebelum diterapkan secara nasional Mei ini (menurut rencana), sudah sejak 2016 Spanyol menerapkan UBI di tingkat kota (di A Coruna) dan wilayah otonomi Andalusia yang dikuasi partai kiri Podemos.

Pada pemilu November 2019, aliansi kiri yang dibentuk Partai Buruh Sosialis Spanyol dan Podemos sepakat menjadikan penerapan UBI sebagai platform aliansi mereka.

Tetapi seperti sudah disinggung sebelumnya, UBI bukanlah program khas kaum sosialis. Sebagian ekonom pendukung UBI justru merupakan dedengkot pendukung hardcore neoliberalisme seperti tokoh anarkis kanan Frederik Hayek yang merupakan Bapak Neoliberal itu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dipandang sebagai emak-nya neoliberalisme di Indonesia juga tidak menolak konsep UBI.

Pada Oktober 2017, di sela-sela kegiatan annual meeting IMF-World Bank di Kantor Pusat IMF, Washington, Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mempertimbangkan penerapan UBI untuk mengantisipasi dampak penerapan kecerdasan buatan di dunia kerja yang berarti banyak orang akan kehilangan pekerjaan.

“Ini adalah suatu pemikiran yang masih relatif baru yang nanti kita akan perlu sebagai Indonesia karena kita punya populasi besar. Mayoritas demografi muda dan akan dipengaruhi oleh perubahan teknologi dan otomatisasi ini yang akan kita perlu untuk mendiskusikan,” kata Sri Mulyani.[4]

Leave a Reply