Putra Amien Rais Berseteru, Akankah Serupa Kisah Para Putri Sukarno?

“Sikap baper politik … Hanafi Rais … Hanum Rais dan Tasniem Rais, tidak akan berpengaruh sama sekali kepada saya … kedewasaan dalam berpolitik tidak ditujukkan oleh saudaraku Hanafi Rais. … saya paham tata krama. Saya tidak menganut mental mutungan, cengeng, dan melodramatik …”

–Mumtaz Rais, 6 Mei 2020.[1]

Baper politik, tidak dewasa dalam berpolitik, mutungan, cengeng, dan melodramatik dilontarkan Muntaz terhadap Hanafi yang menyatakan pengunduran diri dari kepengurusan dan keanggotaan PAN serta dari jabatan ketua fraksi sekaligus anggota DPR.

Meski perbedaan sikap politik antara dua putra Amien Rais sudah menajam semenjak kongres rusuh PAN, tetap saja pernyataan keras Mumtaz terhadap kakaknya itu mengejutkan.

Hmmm. Saya jadi ingat serangan Rachmawati terhadap Megawati. “Cuma anak biologis, bukan anak ideologis Sukarno.”

Akankah perseteruan Mumtaz-Hanafi berkembang menjadi serupa perseteruan putri-putri Sukarno?

Perseteruan Keluarga Amien Rais

Pertarungan Para Putri Soekarno

Mungkin tiada yang lebih konsisten daripada Rachmawati dalam mengkritik dan berseberangan sikap politik dengan Megawati Soekarnoputri.

Politisi bernama lengkap Diah Pramana Rachmawati Soekarno adalah adik kandung Megawati, putri Sukarno bersama Fatmawati. Lahir 27 September 1950, usianya hanya terpaut 3 tahun dari Megawati, kakak yang tepat di atasnya.

Belum pernah sekalipun Rachmawati berada sebarisan politik dengan Megawati.

Rachma berada di barisan pendukung Gus Dur saat Megawati dan PDIP beraliansi dengan Golkar untuk menjatuhkan kekuasaan Gus Dur. Rachmawati cabut dari Nasdem ketika parpol milik Surya Paloh itu menjadi pendukung pencapresan Joko Widodo. Ia kemudian bergabung dengan Gerindra, menjadi salah satu tokoh utama pendukung Prabowo Subianto.

Ketika Prabowo bertemu Jokowi di kereta, gelagat bergabungnya Gerindra ke pemerintahan, Rachmawati menunjukkan penentangannya, menuding ada ‘penumpang terang’ yang hendak mengkhianati perjuangan Gerindra.

Rachmawati melontarkan kritik keras saat Megawati semasa menjawab Presiden RI memprivatisasi banyak BUMN. Ia juga menyalahkan pemerintahan Megawati atas amandemen UUD 1945; serta menganggap Megawati tidak bertindak apapun untuk mengembalikan nama baik Soekarno yang difitnah Orde Baru.

About Post Author

Om Gege

Kuli, tetapi (justru karena itu) sombongnya minta ampun. Sebab oleh keringat kamilah peradaban berderap.

Leave a Reply