Prabowo Sebagai Duta Pencegahan Disintegrasi?

Senin lalu (23/01), sebuah surat kabar nasional milik bekas menteri yang merangkap tersangka korupsi memberitakan kabar baik. “Gerindra Tawarkan Prabowo Jadi Duta Pencegah Disintegrasi” judulnya.

Dikabarkan, Waketum Gerindra Sufmi Dasco menilai percakapan di sosial media saat ini berpotensi berujung pada disintegrasi bangsa gara-gara pihak-pihak yang berupaya mempertentangkan kelompok religius dengan kelompok nasionalis.

Pernyataan Pak Sufmi rupanya memiliki ekor, yaitu menawarkan tokoh partainya, Pak Prabowo, sebagai duta pencegah disintegrasi bangsa.

Ini jelas usulan menarik.

Pertama karena usulan ini “out of the box.”

Sudah lama khalayak terbiasa dengan ide duta lebih pantas berasal dari kalangan artis yang imut-imut. Contohnya: Agnes Mo (Duta Anti Narkoba se-Asia), Melanie Subono (Duta Anti Perbudakan), Afgan (Duta HKI), Maudi Koesnaedi (Duta Maritage), atau Ayu Tingting (Duta Pajak). Jarang terpikirkan seorang bekas perwira tinggi serdadu dengan suara menggelegar bisa juga jadi duta.

Dijamin bakal jadi tontonan mengasyikkan jika Pak Prabowo berdiri sepanggung bersama Afgan dan Ayu Tingting dalam sebuah acara amal kementrian sosial, misalnya. Ini terobosan, seperti jika Van Dame menjadi bintang iklan produk kecantikan. Bagus, merdeka dari bias maskulinitas. Lepaskan sejenak gawai kita, mari bertepuk tangan.

Kedua, ada trend positif para sepuh bangsa berlomba-lomba sumbang kebaikan untuk negeri. Jika sudah ada yang merelakan waktu untuk mendoakan bangsa lewat media sosial, maka harus ada pula yang mondar-mandir menjadi duta urusan berdamai-damaian. Pok pok pok pok … mari bertepuk tangan lagi.

Ketiga, sayangnya, sorry to say, inisiatif ini terganjal kejanggalan.

Lazimnya “tali penyambung” atau “jembatan” bagi dua kubu bertikai –meminjam istilah Pak Sufmi– adalah pihak netral.

Pak Prabowo mungkin saja netral sebab belum terdengar pernyataan terbukanya yang tampak memihak satu kubu. Suatu kesempatan ia mengatakan setiap warga negara berhak berujukrasa adalah pernyataan normatif yang tepat karena memang demikianlah sejatinya.

Leave a Reply