Perusahaan Coklat Ini Untung Besar dari Pandemi Corona

Bisa dimaklumi jika sewaktu-waktu kita merasa hidup ini tidak adil. Rejeki dan kebahagiaan terkadang tidak datang kepada orang yang tepat. Atau ketika banyak orang sedang kesusahan, sebagian orang memanen untung. Tetapi kehidupan memang punya cara pikir tersendiri.

“Virus ini merupakan iklan terbaik yang pernah kami miliki.”

Kalimat di atas dilontarkan Mohamed, pelayan di outlet Corona pada sebuah toko di Kairo, Mesir, sebagaimana diberitakan Arab News.

Corona sudah lama jadi merek coklat kesukaan orang Mesir, bahkan bagi banyak orang di jazirah Arab.

Jangan heran. Corona bukan merek coklat main-main. Ia diproduksil Royal Chocolate Company yang sudah berdiri sejak 1919 di Ismailia, lalu pindah ke Alexandria.

Pendiri Royal Chocolate (Corona) Company adalah pria berdarah Yunani kelahiran Alexandria, Tommy Christo.

Entah apa yang dipikirkan Presiden Gamal Abdul Naser, tokoh hebat seangkatan Soekarno, ketika pada 1963 menerbitkan dekrit No. 72 tentang nasionalisasi pabrik coklat Corona. Apakah ia penggila coklat?

Mungkin Corona adalah satu-satunya perusahaan dan merek coklat yang pernah dinasionalisasi.

Baru pada tahun 2000, sebagai dampak neoliberalisme di Mesir, perusahaan coklat corona diprivatisasi. Kepemilikannya jatuh ke tangan Sami Saad Group.

Ketika wabah Corona menggila, menyeberang dari China ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke Timur Tengah, banyak orang mengira coklat Corona akan terkena dampak buruknya.

Begitu logika lazim dalam dunia bisnis. Adalah normal jika pemberitaan tentang virus Corona, yang pasti negatif, berdampak menurunkan penjualan coklat Corona atau brand produk lain yang bernama serupa.

Eh, ternyata kenyataan bertentangan dengan asumsi normal. Penjualan coklat Corona justru laris manis.

“Orang-orang di Mesir sini datang ke toko kami untuk becanda soal virus Corona dan coklat kami. Ujung-ujungnya mereka membeli banyak coklat ini,” kata Ahmed Shaaban, Manajer Pemasaran Corona.

Begitulah.

Apakah Om-tante pengusaha nasi goreng juga mau ganti brand jadi Nasio Goreng Corona?

Sumber:

Leave a Reply