Pemerintah Akan Jual LPG 3 Kg dengan Sistem Distribusi Tertutup

Untuk menekan volume konsumsi gas LPG bersubsidi (tabung 3 kg) –yang berarti menekan belanja APBN untuk rakyat–, pemerintah telah menyiapkan sistem distribusi tertutup.

Caranya kurang lebih begini:

  1. LPG tabung 3 kg akan dijual dengan harga pasar, yaitu sektiar Rp40.000 per kg seperti harga bright gas (merek gas LPG Pertamina versi komersil). Itu berarti naik dua kai lipat dibandingkan rata-rata harga subsidi.
  2. Penjualan LPG menggunakan barcode sehingga pembeli yang masuk di dalam data penerima subsidi akan otomatis terdeteksi.
  3. Pemerintah akan mengirim uang senilai jumlah yang disubsidi kepada  rakyat penerima subsidi melalui transfer bank langsung ke rekening masyarakat.

Menurut pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Djoko Siswanto pemerintah dan DPR telah menyetujui sistem distribusi tertutup ini dan pemerintah sudah melalukan uji coba di sejumlah tempat. Siswanto bahkan berharap skema distribusi tertutup ini sudah bisa dilakukan di pertengahan 2020.

 “Kita sudah melakukan persiapan bagaimana cara memberi subsidi langsung kepada masyarakat. Mudah-mudahan tahun ini juga, sekitar pertengahan tahun  bisa kita laksanakan karena uji cobanya sudah dilaksanakan di berbagai tempat,” kata Siswanto, Selasa, 14/1/2020.

Ia juga menjelaskan, masyarakat yang berhak mendapatkan subisidi LPG adalah yang masuk di dalam database Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Jumlahnya bisa 15 juta rumah tangga, bisa pula 25 juta, tergantung kategori yang nanti diputuskan pemerintah.


Sumber:

Kompas.com (17/1/2020), “Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut, Diganti Dana Tunai untuk Warga Miskin”.

About Post Author

Tuan Martinuz