Kemunafikan Indonesia dalam Tragedi Nelayan di Kapal Tiongkok

Problem yang dialami para buruh-nelayan di kapal China adalah absennya pemerintah dalam perlindungan terhadap mereka. Ketidakhadiran ini mulai dari diizinkannya perusahaan makelar TKI ‘menjual’ buruh Indonesia ke perusahaan penangkap ikan Tiongkok hingga ketiadaan pendampingan terhadap buruh dalam menjalin kontrak dengan perusahaan.

Negara harusnya memberikan perlindungan kepada buruh Indonesia dengan memastikan perusahan asing tempat mereka bekerja akan memperlakukan buruh secara manusiawi, dalam pengertian memenuhi hak-hak buruh yang universal sifatnya.

Bagaimana cara standar dan normatif memastikan itu?

Yang namanya perusahaan akan berusaha memaksimalkan keuntungan, salah satunya dengan mengabaikan hak-hak buruh. Termasuk pengabaian itu adalah upah tidak sesuai ketentuan dan penundaan pembayaran, jam kerja melampaui batas, hingga penghapusan atau pengurangan tunjangan.

Oleh kecenderungan yang ‘alamiah’ tersebut, negara dituntut hadir agar dapat memberikan perlindungan kepada buruh, menghindarkan buruh dari kondisi eksploitatif berlebihan, menjamin penegakan hak-haknya.

Tetapi inikan kasus eksploitasi di perusahan penangkap ikan Tiongkok. Yang berhak menegakkan peraturan adalah pemerintah Republik Rakyat Tingkok. Bagaimana pemerintah Indonesia bisa menegakkan perlindungan terhadap TKI di sana?

Untuk inilah ada konvensi dan rekomendasi ILO.

Dalam rangka perlindungan hak-hak buruh yang bersifat universal, organisasi PBB yang mengurusi perburuhan, ILO, menerbitkan instrumen hukum standar perburuhan internasional berupa konvensi dan rekomendasi.

Konvensi (atau protokol) bersifat mengikat. Artinya negara-negara yang telah meratifikasinya terikat di dalam perjanjian internasional, wajib memenuhi ketentuan-ketentuan dalam konvensi bersangkutan. Sementara rekomendasi tidak mengikat, hanya berfungsi sebagai pedoman, yang sering merupakan ketentuan yang lebih detil terhadap suatu konvensi tetapi bisa pula memuat ketentuan-ketentuan yang mandiri.

Leave a Reply