Kementerian ESDM Perkirakan pada 2024 Konsumsi LPG 12 Juta ton, Produksi Stagnan di Bawah 2 Juta Ton

Kegagalan pemerintah menyediakan sumber energi rumah tangga alternatif menyebabkan gap antara konsumsi dan produksi Liquid Petroleum Gas (LPG) Indonesia terus melebar. Itu berarti volume dan nilai impor LPG akan terus naik.

Kementerian ESDM memperkirakan pada 2024 konsumsi LPG Indonesia mencapai 11,98 juta ton. Sementara produksi mandek di tingkat 1,97 ton per tahun. Itu berarti pada 2024 Indonesia harus mengimpor sekitar 10 juta ton LPG.

Perkiraan ini merupakan isi dari dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 16 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2020 – 2024 yang terbit 25 September 2020.

Pada 2019 pemerintah mengimpor 5,73 juta ton LPG. Produksi nasional hanya mencapai 1,9 juta ton. Dari total jumlah konsumsi dalam negeri, LPG 3 kg –bersubsidi—mencapai 6,87 juta ton. Sementara konsumsi LPG non-subsidi (merek Bright Gas Pertamina) hanya dikisaran 15an ribu ton.


Sumber: jdih.esdm.go.id (September 2020), “Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian ESDM Tahun 2020 – 2024”

About Post Author

Tuan Martinuz