Jokowi dan Reshuffle Kabinet: dalam Sepakbola, Pelatih yang Dipecat

Di Dunia Sepakbola, Bukan Pemain Melainkan Pelatih yang Dipecat

Ibarat dunia sepakbola. Jika suatu klub terus-menerus menunjukkan kinerja buruk, pemilik klub akan mengganti pelatih.

Di ujung 2019 lalu, Detik.com menurunkan berita berjudul “2019/20 Baru Separuh Jalan, 28 Pelatih Sudah Dipecat di 5 Liga Top Eropa.” Artikel itu berisi nama-nama pelatih klub sepakbola di lima liga utama di Eropa yang dipecat di tengah jalan, saat musim kompetisi baru berjalan setengah.

Di Liga Spanyol, ada Marcelino (Valencia), David Gallego dan Pablo Machin (Espanyol), Mauricio Pellegrino (Leganes) dan Fran Escriba (Celta Vigo).

Di liga Jerman, pelatih yang dipecat adalah Achim Beierlorzer (Koln), Sandro Schwarz (Mainz), Ante Covic (Hoffenheim), dan bahkan nama besar Niko Kovac (Bayern Munich).

Di Liga Prancis, empat klub: Saint Etiene, Lyon, Toulouse, dan Monaco memecat pelatihnya.

Di Itali, ajang kompetisi klub sepak bola paling panas, pemecatan terhadap pelatih bahkan mencapai 9 orang. Mereka adalah Eusebio Di Francesco (Sampdoria), Aurelio Andreazzoli dan Thiago Motta (Genoa), Marco Giampaolo (AC Milan), Igor Tudor (Udinese), Eugenio Corini dan Fabio Grosso (Brescia), Vincenzo Montella (Fiorentina), dan bahkan Carlo Ancelotti (Napoli).

Sementara di Liga Inggris, Manuel Pellegrini (West Ham), Javi Gracia, Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur), Quique Sanchez Flores (Watford), Unai Emery (Arsenal), dan Marco Silva (Everton) kehilangan pekerjaan.

Pemecatan pelatih adalah tindakan masuk akal.

Pelatih lah yang bertanggungjawab terhadap baik buruknya kinerja pemain dan tim. Sebagus apapun kualitas pemain, tanpa strategi permainan – pelatih yang merancannya – tidak akan berguna.

Demikian pula materi pemain yang bisa saja bisa menjadikan sebuah tim kuat jika pelatih pandai mengatur penempatan sumber daya dan pola permainan yang cocok.

Nah, logika dalam menilai kinerja pemerintahan pun seharusnya demikian. Dalam konteks Indonesia, Presiden adalah pelatih, sementara menteri-menteri merupakan pemainnya.


-> Next: “Patutkah Tindakan Presiden?

Leave a Reply