Diskon Besar Jokowi untuk Perusahaan yang Lari dari China

Zaman dahulu, pedagang-pedagang Portugis, Turki, Spanyol, Inggris, dan Belanda berlomba-lomba mengambil hati raja-raja Nusantara demi diperkenankan membeli rempah-rempah dan beragam hasil bumi.[1]

Masa kini sebaliknya. Para pemimpin dunia berlomba-lomba menarik hati investor dengan beragam bentuk insentif. Sekarang, para kapitalis lah rajanya.

Presiden Jokowi tidak terkecuali. Ia sangat mendamba sebanyak-banyaknya kapitalis asing berinvestasi di Indonesia. Berbagai kemudahan dipersiapkan agar raja-raja baru itu bersedia singgah menanamkan modalnya.

Menurut Presiden Joko Widodo, saat ini ada 119 perusahaan yang hendak merelokasi pabrik dari China.

Bagi perusahaan-perusahaan itu, Tiongkok sudah bukan lagi tempat mencari untung yang menguntungkan. Upah buruh di sana sudah terus-menerus dinaikkan pemerintahan Partai Komunis.[2]

Ini adalah kesempatan. Tuan-tuan investor itu jangan sampai terpaut hatinya ke lain negara. Menteri-menteri harus berbuat sesuatu agar menarik hati mereka. Jangan sampai terjadi lagi seperti sebelumnya. Sekitar 33 perusahaan yang hengkang dari China pindah ke Vietnam seluruhnya. Tak ada yang singgah ke Indonesia.

“Oleh sebab itu tadi saya sudah perintahkan kepada menteri, kepada Kepala BKPM, untuk industri-industri yang akan relokasi dari Tiongkok ke Indonesia, baik itu dari Jepang, dari Taiwan, dari Korea, dari Amerika, dari negara manapun, berikan pelayanan yang sebaik-baiknya,” kata Presiden Jokowi.[3]

Rupanya, yang Presiden Jokowi maksudkan dengan sebaik-baiknya adalah insentif konkrit seperti harga sewa kawasan industri lebih murah dan bantuan pengurusan izin agar para investor terima beres, tinggal masuk saja ke kawasan industri yang dibangun pemerintah.

Saat meresmikan Kawasan Industri Batang, Presiden Jokowi katakan,

“Kalau mereka (negara lain) memberikan harga tanah misalnya 500.000, kita harus bisa di bawahnya itu. 300.000 misalnya. … Kalau mereka ngurus izin di sana satu bulan, ya kita bisa seminggu. Kalau mereka ngurus di tempat lain bisa seminggu ya kita harus bisa sehari dua hari.[4]

Bahkan, mereka tak perlu mengurus apa-apa.

“Misalnya ada yang mau pindah tadi, LG mau pindah besok, sudah langsung masuk. Enggak usah ngurus apa-apa. Nanti yang ngurus semuanya dari Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Tentu saja nanti dibantu gubernur dan bupati yang ada di sini.”[5]


Next: “Strategi Sun Tzu: Lempar Bata Raih Permata?

Leave a Reply