Gerindra Ceraikan PKS di Pilkada Depok, Mutung atau Prakondisi 2024?

Next: Kuncinya Terletak pada Prabowo Subianto

Kuncinya terletak pada Prabowo. Apakah dia sadar sudah jadi tunggangan?

Usai Pilpres ini Gerinda dan PDIP harus dipersatukan lagi. Kalau mereka bersatu, kelompok sentris – PKB, Golkar, Nasdem – cenderung mengikuti, meski bukan jaminan.

Pilpres 2024 akan menjadi pertarungan terbuka kubu kebangsaan versus kubu fundamentalis politik identitas.

Saya tidak katakan PKS sebagai representasi politik formal kubu fundamentalis politik identitas. Tetapi PKS-lah yang paling mungkin dijadikan muara kanalisasi suara kelompok ini.

Realita politik pascapilpres menunjukkan bahwa Prabowo menyadari kondisi ini. Saya tidak membayangkan prosesnya akan lebih cepat. Tidak terbayangkan Prabowo mengambil langkah drastis, banting setir dengan menjadi anggota kabinet.

Sebenarnya saya tidak setuju langkah itu. Meski bukan pendukung Gerindra, saya lebih berharap Gerindra tetap di oposisi dulu. Meski tidak yakin terhadap ketulusan jargon-jargon nasionalisme kerakyatan Gerindra, jargon-jargon itu tetap penting untuk menjaga ingatan rakyat terhadap cita-cita proklamasi kemerdekan 1945; cita-cita yang sudah nyaris tak membekas sama sekali dalam kebijakan-kebijakan publik.

Tetapi diam-diam saya respek terhadap langkah Prabowo, mengorbankan harga dirinya demi membalik kondisi, menjaga Indonesia – sekalipun sudah jadi negara kapitalis ugal-ugalan – tidak bertambah terpuruk. Politik kebangsaan harus dijaga. Hanya itu warisan yang masih tersisa dari revolusi kemerdekaan.

Maka saya setuju jika Pilpres 2024 nanti PDIP-Gerindra satu kubu, kubu politik kebangsaan. Untuk menuju ke sana, pilkada bisa jadi ajang latihan koalisi dua kubu. Mungkin dengan begitu luka hati Gerindra akibat ‘pengkhianatan’ Perjanjian Batu Tulis bisa benar-benar sembuh.***

Om Gege

Catatan dan sitasi

[1] Kompas.com (02/7/2020) “Pilkada Depok 2020, Gerindra Gandeng PDI-P dan Ogah Koalisi dengan PKS

About Post Author

Om Gege

Kuli, tetapi (justru karena itu) sombongnya minta ampun. Sebab oleh keringat kamilah peradaban berderap.

Leave a Reply