Gerindra Ceraikan PKS di Pilkada Depok, Mutung atau Prakondisi 2024?

“Kan sudah pernah (koalisi dengan PKS) dan sudah pernah dikhianati. Buat apa kita, masa mau dibohongi dua kali? Kami berkoalisi dengan semua terbukalah, kecuali PKS.” – Hamzah, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Depok.[1]

Pernyataan Hamzah berkaitan dengan arah pembangunan koalisi dalam pilkada Kota Depok, Desember 2020 mendatang.

Gerinda yang sebelumnya memerintah Kota Depok bersama PKS mengajukan perceraian sepihak. Gerindra tak mau lagi berkoalisi dengan mantan sekutu paling setianya.

Kalau mendengar pernyataan Hamzah, alasan Gerinda sepihak menceraikan PKS gara-gara mutung. Gerindra ngambek, Wakil Wali Kota Depok yang orang Gerindra itu kurang dianggap, sering tidak diajak terlibat hajatan.

Hamzah mencontohkan, Wali Kota Idris tidak melibatkan Wawali Pradi Supriatna dalam struktur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Idris hanya melibatkan para kadis dalam tim tersebut. Pradi ditinggal main sendiri.

Wah, kalau alasannya cuma mutung karena Wakil Wali Kota yang merupakan orang Gerindra tidak diajak-ajak terlibat dalam urusan pemerintahan, ironis rasanya. Melihat realita di pangggung nasional, PKS yang harusnya protes sudah dikhianati dan ditinggal sendiri saat Gerindra bergabung dengan genk baru di pemerintahan.

Janji jabatan Wakil Gubernur DKI yang bikin kader-kader PKS banting tulang menangkan Prabowo – maksudnya menggunakan Prabowo – Sandiaga untuk memberi keuntungan elektoral terhadap PKS dalam pemilu –- akhirnya batal setelah bertahun-tahun tarik ulur.

Jadi kalau melihat pahitnya pengalaman PKS selama berteman dengan Gerindra, Gerindra tidak punya hak menyatakan diri dikhianati PKS.

Karena itu saya tidak percaya soal mutung sungguh-sungguh jadi alasan cerai sepihak Gerindra dari PKS.

Saya merasa lebih pas menduga perceraian Gerinda-PKS dilatarbelakangi kepentingan lebih luas, melampaui Depok, kerajaan kecil PKS itu.

Apa itu?


Next: Pilpres 2024: Politik Kebangsaan vs Fundamentalis Politik Identitas

Leave a Reply